Heru merasa bahwa Ningsih tidak memberitahu seluruh kebenaran. Ia memutuskan untuk mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi. Ia bertanya kepada dirinya sendiri, "Apa yang Ningsih sembunyikan dariku? Apakah ada bahaya yang mengancam kita?"
Heru merasa bahwa hatinya dipenuhi dengan keraguan dan kecemasan. Ia tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi, tetapi ia merasa bahwa ada sesuatu yang tidak beres.
Ningsih tersenyum dan memegang tangan Heru. "Jangan khawatir, Heru," kata Ningsih. "Aku hanya ingin melindungi kamu."
Heru merasa bahwa kata-kata Ningsih tidak cukup untuk menghilangkan keraguan dan kecemasannya. Ia memutuskan untuk mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi.
"Aku ingin tahu apa yang terjadi," kata Heru, menatap mata Ningsih. "Aku tidak ingin ada rahasia antara kita."
Ningsih terdiam sejenak, kemudian mengangguk. "Baiklah, Heru," kata Ningsih. "Aku akan memberitahu kamu apa yang terjadi."
Heru merasa bahwa hatinya berdegub kencang ketika Ningsih mulai berbicara. Ia tidak tahu apa yang akan Ningsih katakan, tetapi ia siap untuk mendengarnya.
"Aku memiliki musuh yang ingin mencelakai kita," kata Ningsih. "Aku tidak ingin kamu terluka, Heru."
Heru merasa bahwa hatinya dipenuhi dengan ketakutan dan kecemasan. Ia tidak tahu apa yang harus dilakukan, tetapi ia tahu bahwa ia harus melindungi Ningsih.
"Aku akan melindungi kamu, Ningsih," kata Heru, memeluk Ningsih erat. "Aku tidak akan pernah meninggalkanmu."
Ningsih tersenyum dan memeluk Heru lebih erat. "Aku percaya padamu, Heru," kata Ningsih. "Aku tahu bahwa kamu akan selalu melindungi aku."
Heru merasa bahwa hatinya dipenuhi dengan keberanian dan tekad. Ia akan melakukan apa saja untuk melindungi Ningsih dan membuat dia bahagia.
Tetapi, ketika mereka sedang memeluk, Heru mendengar suara yang tidak asing lagi. Suara itu membuat Heru merasa bahwa ada sesuatu yang tidak beres.
"Apa itu?" tanya Heru, melepaskan pelukan dengan Ningsih.
Ningsih terdiam sejenak, kemudian mengangguk. "Itu adalah musuh kita," kata Ningsih. "Aku pikir dia sudah menemukan kita."
Heru merasa bahwa hatinya dipenuhi dengan ketakutan dan kecemasan. Ia tidak tahu apa yang harus dilakukan, tetapi ia tahu bahwa ia harus melindungi Ningsih.
Bersambung...
__















0 Komentar