Pak Andi, ayah Heru, mencoba untuk menenangkan Heru. Ia mengatakan bahwa Heru harus sabar dan tidak menyerah. "Ningsih pasti akan kembali kepadamu, anakku," kata Pak Andi.
Tetapi Heru
tidak bisa menahan perasaannya. Ia merasa bahwa ia telah kehilangan Ningsih
selamanya. Ia memutuskan untuk mencari Ningsih di seluruh kota, tetapi tidak
ada hasil.
Bu Dewi, ibu Heru, mencoba untuk membantu Heru. Ia mengatakan bahwa Heru harus fokus pada pekerjaannya dan tidak terlalu memikirkan Ningsih. "Kamu harus fokus pada masa depanmu, anakku," kata Bu Dewi.
Tetapi Heru tidak bisa melupakan Ningsih. Ia merasa bahwa Ningsih adalah satu-satunya orang yang memahami dirinya. Ia memutuskan untuk terus mencari Ningsih, meskipun itu berarti mengorbankan waktu dan energinya.
Dika, teman Heru, mencoba untuk membantu Heru. Ia mengatakan bahwa mereka harus mencari Ningsih bersama-sama. "Kita akan menemukan Ningsih, bro," kata Dika.
Mereka berdua mencari Ningsih di seluruh kota, tetapi tidak ada hasil. Heru merasa bahwa ia telah kehilangan harapan, tetapi Dika tidak menyerah.
Hari-hari berlalu, dan Heru semakin putus asa. Ia merasa bahwa ia tidak akan pernah menemukan Ningsih. Ia memutuskan untuk mengunjungi tempat-tempat yang pernah ia kunjungi dengan Ningsih, berharap bahwa ia dapat menemukan petunjuk.
Ketika Heru sedang berjalan di pantai, ia melihat sebuah kertas yang tergeletak di pasir. Ia mengambil kertas itu dan membacanya. Kertas itu adalah surat dari Ningsih.
"Aku mencintaimu, Heru," kata surat itu. "Aku tidak tahu apa yang akan terjadi pada kita, tetapi aku ingin kamu tahu bahwa aku mencintaimu."
Heru merasa bahwa hatinya berdegub kencang. Ia tidak percaya bahwa Ningsih telah meninggalkan surat untuknya. Ia memutuskan untuk mencari Ningsih lagi, dengan harapan bahwa ia dapat menemukan jawaban.
Dan sekarang, Heru sedang berdiri di depan sebuah bangunan yang tidak ia kenal. Ia tidak tahu apa yang ada di dalam bangunan itu, tetapi ia merasa bahwa Ningsih ada di sana.
"Aku akan masuk ke dalam bangunan itu," kata Heru kepada dirinya sendiri. "Aku akan menemukan Ningsih, tidak peduli apa yang terjadi."
Dan dengan itu, Heru membuka pintu bangunan itu dan masuk ke dalamnya. Apa yang akan terjadi selanjutnya? Apakah Heru akan menemukan Ningsih? Apakah Ningsih masih mencintainya?
Bersambung...
____















0 Komentar