Dari rumah, sebelum berangkat ke sekolah sarapan dulu. Waktu menunjukkan sudah setengah delapan lewat. Motor scoopy merah hitam, dibawa ngebut. Di jalan, kehalang mobil losbak kecil. Beruntung, sampai belokan pasir embe mobilnya belok.
Tancap gas lagi. Kini jalanan berdebu. Sudah tidak hujan dari beberapa hari. Air yang biasa menggenang di tengah jalan pertigaan ke Cipacung, kering. Di depan SDN paniis, yang biasanya airnya kayak danau, alhamdulillah kering kerontang.
Sudah mulai khawatir, sebab kesiangan. Pas begitu sampai di sekolah, ternyata malah paling pagi. Cuma ada pak Imi yang sudah standby dari pagi.
Motor diparkirin dan langsung mencari Muhammad Irji. Tanya-tanya seputar belajarnya semalam. Ternyata ada salah komunikasi, link yutub yang dikirim ke ayahny Irji tidak ditindaklanjuti. Alhasil, laptop dibuka dan disuruh belajar dari laptop seketika itu juga.
Waktu itu sudah menunjukkan pukul delapan kurang sepuluh menit. Karena dianggap masih ada durasi waktu, Irji disuruh melahapnya hingga selesai. Kala, iriji belajar dengan laptop, kelas empat yang kosong pun segera diambil alih. Masuk kelas dan siswa diberikan materi sesuai jadwal pelajarannya.
Sesekali keluar masuk untuk memantau Irji. Pukul delapan lebih 17 menit. Karena khawatir telat, laptop ditutup dan kamipun bersiap berangkat ke korwil. Kebetulan irji bawa sepeda listrik, Ibu kepala sekolah yang waktu itu ngisi di kelas tiga, segera diajak. Kelas tiga sementara diawasi kelas enam, agar tidak keluar kelas.
Tiba di korwil masih ada sebagian yang belum datang. Akhrinya tunggu menunggu. Karena tak kunjung tiba, akhirnya acara pertandingan untuk merebutkan juara 1 di bidang mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) dibuka dan dimulai.
____
Kegiatan Pembinaan dan sosialisasi PMR
Selain mendampingi, sekaligus diminta oleh kepsek untuk mengikuti acara sosialisasi PMR di Kec. Koroncong. Tepat pukul sembilan Irji yang sedang mengerjakan soal ditinggal. Kebetulan Kepala sekolah juga ada agenda rapat, sehingga kepsek yang mendampingi Irji.
Setelah mengisi daftar hadir, langsung dimintai masuk ke ruangan. Padahal masih sepi di dalam. Snack diantarkan panitia, karena pas ngisi daftar hadir snack belum tiba.
Setengah jam berlalu, barulah peserta mulai berdatangan. Di sela-sela itu, dipanggil Bu Fani terkait salah satu siswa yang katanya sudah dan akan pindah. Begitu ditanyakan secara detailnya, bu Fani juga tidak tahu posisinya sekarang ada di mana anak tersebut.
____
Tak lama dari perbincangan kami barusan, acara pun dimulai. Pak Dadang selaku sekretaris Camat (sekmat) membuka sambutannya dan mengabsen tiap-tiap sekolah mana saja yang belum hadir. Semua diabsen dengan sangat teliti, bahkan samapai hafal betul jumlah sekolahnya. Sampai-sampai, sekolah koroncong yang dekat tidak terabsen.
Acara selanjutanya di isi dengan materi oleh Bu Lina Marlina, S.E. Kalau dari hasil pencarian digugel, beliau adalah bagian donor darah dan sekaligus sebagai Humas.
Materi yang disampaikan seputar struktur, tingkatan dan pembinaan. Bu Lina membuka dengan langsung siapa yang mau bertanya? Nama saya Lina. Asal dari labuan, kini ikut suami tinggal di Cadasari, suami asalnya dari Lombok.
Pertanyaan tipis-tipis dilemparkan peserta dan dijawab dengan renyah.
Lalu, bu lina juga membuat gim dengan menggunakan kertas stikynote. Peserta perempuan diberikan tugas untuk membuat pertanyaan dengan menggunakan kata mengapa, sedangkan peserta laki-laki diminta untuk menulis kalimat yang diawali dengan kata karena.
Setelah selesai kertas dikumpulkan sesuai jenis tugasnya. Lalu dikembalikan secara berlawanan. Dengan kata lain, kertas cowok diberikan cewek, kertas cewek diberikan ke cowok. Lalu cowok harus milih, cewek mana yang harus membaca jawabannya.
Suara riuh pun seketika membuncah di ruangan tengah kecamatan koroncong siang itu. Ada jawaban yang begitu pas, ada juga yang lucu, ada juga yang sama sekali tidak nyambung. Ice braking yag sebentar ini lumayan bisa mengusir kejenuhan peserta dalam kegiatan tersebut.
Setelah sekitar satu jam setengah materi kami terima, waktu istirahat pun tiba. Kami dipersilakan untuk mengambil nasi kotak yang sudah panitia siapkan. Sepertinya kalau Bu Tatu hadir waktu itu juga, mungkin langsung ke bu Tatu, dan langsung ditutup.
Karena Bu Tatu masih rapat dengan kepala sekolah, maka peserta diistirahatkan dan dibolehkan untuk makan terlebih dulu. Begitu beres makan, Bu Tatu sudah selesai Rapat, acara pun dimulai kembali.
Bu tatu memberikan sambutan lumayan menggebu-gebu, memberikan semangat sekaligus memantik para peserta terkait tindak lanjut kegiatan hari ini harus ada implikasinya. Harus ada hasilnya, demi Koroncong Moncorong, Korwil Juara.
Setelah sambutan selesai, diberikan ke bapak Dadang untuk sekaligus menutup kegiatan hari ini. [] Amha/
















0 Komentar