Hari Selasa, 23 Desember di Kecamatan Koroncong akan dilaksanakan pelantikan bagi Pegawai Pemerintah Perjanjian Kontrak (PPPK) Paruh Waktu tahun 2025.
Sebagaimana telah diketahui bersama, melalui surat edaran bahwa peserta yang akan dilantik harus mengenakan kelengkapan atribut yang telah ditetapkan. Celana hitam bukan bahan jeans, baju korpri, peci hitam, pin korpri, papan nama dan sepatu pantofel.
Baju, sepatu dan celana sudah aman. Karena sebelumnya sudah punya, pesannya lewat e-comerce sebut saja shopee. Tetapi, untuk Pin dan papan nama belum aman. Sekedar filiing, kalau sedang banyak yang cari, terus banyak yang ingin jadinya cepat atau dadakan pasti para pedagang banyak yang gak bisa, atau menolak, tetapi kalau sekedar pin, di pasar juga banyak tersedia di berbagai toko.
Rencana yang dibangun di awal, maunya meminjam ke yang punya saja. Toh pin dan papan nama tidak akan dicek secara detail. Cukup terpasang di dada, sudah pasti aman. Soalnya ada kabar, kalau tidak lengkap atributnya bisa kena sanksi. Bukan takut dan khawatir, tapi ingin berusaha mencarinya siapa tahu masih dapat. Kalau pun tidak, setidaknya sudah ada upaya dan usaha.
Waktu berjalan semakin sore, mau pinjam jadi malas. Khawatir ada stigma miring dari sebagian orang. "Masak gak mau modal!.." Atau "masak yang begituan doang gak mampu beli..."
Karena pertimbangan banyak hal, akhirnya ya tetap coba nyari bantuan buat pinjam. Hehehe.
Terkait papan nama. Karena punya sedikit skill di desain, sambil cetak buat desain kaligrafi sekalian juga disisipkan nama buat papan nama. Kertas yang dipakai menggunakan kertas stiker jenis cromo, ukurannya A3.
Cetaknya di percetakan Nuansa Grafika yang terletak di Cigadung Pabrik. Samping alfamar*t. Atau sebrang Arta (tempat jualan bahan bangunan). Diambilnya setelah magrib, desainnya dikirim sebelum magrib. Harga selembarnya kena 10rb rupiah.
Setelah jadi, cari bantalannya. Karena akrilik yang dipunya ukurannya terlalu kecil, akhirnya cari bahan yang lain. Setelah cari-cari, ketemulah ide dengan menggunakan bahan pvc/pipa paralon.
Pvc ukuran 30 cm dipotong. Dibelah dan dipanaskan ke kompor. Diratakan ke lantai dan ditahan dengan talenan sambil diinjak. Pvc yang tadinya berbentuk melengkung, kini berubah menjadi pipih datar, mirip lempengan.
Diukur menggunakan pensil dan penggaris, disesuaikan dengan ukuran papan nama yang ingin dibuat. Dipotong dengan pisau --kater-- secara perlahan, agar presisi dan garis potongnya tidak melebar.
Setelah jadi ukurannya sesuai yang diinginkan, stiker yang telah tercetak nama barulah ditempelkan ke bahan pvc. Dipotong lagi dan dibentuk agar menyerupai papan nama pada umumnya. Ketelitian diperlukan pada saat finishing.
Kenapa bagian belakang pipa pvc tidak dibersihkan? Jawabannya adalah sengaja. Biar orang-orang bisa tahu, kalau papan nama yang dipakai hasil tangan sendiri, karya sendiri. Bukan hasil beli atau pesan di orang. Selagi ada bahan dan kreativitas, kenapa tidak diaplikasikan hingga menjadi karya nyata. []Amhalogi/
___
















0 Komentar