Awalnya cerita yang ingin diangkat terkait kisah Asal mula nama koroncong. Tetapi setelah coba wawancara dengan ibu kepala, selaku sumber premier agak ragu dan merasa kesulitan untuk menyatukan kisah-kisahnya. 

Dikhawatirkan endingnya jadi ambigu, maka rencana lain dipikirkan. Ketika di rumah, teringat dengan sebuah buku yang kisahnya cukup simpel dan bisa mengena serta relevan dengan kekinian. Pesan moralnya sangat tepat sasaran banget.

Esok paginya, buku bacaan itu dicari-cari tapi hasilnya nihil. Karena tak kunjung menemukan maka terpaksa beralih ke rencana lain. Ide sederhana yang di kepala, ialah ingin menyampaikan kisah yang penting dan sekiranya sesuatu yang perlu atau minimal memperkenalkan ke khalayak ramai.

Ada tekanan dari eksternal juga, yaitu dari walisiswa yang mempertanyakan materi yang akan disampaikan. Sebab persiapannya sangat mepet, khawatir tidak akan hafal. Jadinya hari itu minimal sudah ada materi yang bisa dibawa pulang ke rumah. Karena tekanan internal dan eksternal, maka secepat kilat isi kepala dipacu.

Tercetuslah ide terkait kisah pertempuran Hebat antara Maulana Hasanuddin dan Prabu Pucuk umun. Setelah itu, pencarian pun segera dimulai melalui mesin pencarian yang sudah umum kita gunakan. Dapatlah sebuah buku yang ditulis oleh Nur Seha diterbitkan tahun 2016, dengan judul Pertarungan Maulana Hasanuddin dan Prabu Pucuk Umun, dengan tebal sekitar 44 halaman.

Buku itu segera dibaca, dilahap dengan cepat. Lalu dibuatkan juga rangkuman singkatnya. Hasil edit sana sini, maka jadilah sekitar dua halaman. Satu halaman segera diberikan ke calon peserta untuk dibaca dan dipahami. Setelah dzuhur, sekitar pukul 01.30 nanti akan dicek kembali hasil bacaannya.

Setelah waktu yang ditentukan tiba, tak lupa juga menggali kedekatan secara intensif dengan cara pertanyaan simpel dan mendasar. Diperolehlah data primer yang menunjukkan jika siswa ini layak dan betul-betul bisa dilatih dengan baik, dan yang tak kalah penting, basic-nya sudah ada; suka nonton anime.

Pendalaman Materi

Pertanyaan yang pertama kali dilontarkan ke siswa ialah : Ada tokoh siapa saja di cerita tersebut? Coba sebutkan nama tokoh tersebut! Lalu hafalkan nama-namanya.

Poin yang kedua, pembahasan singkat terkait inti dari tiap-tiap paragraf, agar mudah menghafal/memahami isi ceritanya. Al-hasil dua cara ini cukup efektif merangsang cara pemahaman dan penguasaan materi dongeng.

Esok paginya, ketika waktu istirahat dicek. Sudah mulai praktik mendongeng. Meskipun masih agak bingung dengan pemilihan kata dan bagaimana untuk memulai kata awalnya. Setelah dibimbing siswa pun mudah serta cepat paham. Tiga kali mengulang, siswa sudah menguasai isi cerita dan tingga memperbaiki rangkaian kata.

Hari libur, tepatnya sehari sebelum lomba dimulai. Pematangan materi serta melatih gerakan. Sebab dari latihan posisinya masih kaku dan stagnan. Maka khusus disisa hari terakhir difokuskan untuk melatih gerakan.

Hari Perlombaan dimulai

Karena tugasnya dibagian Kriya dan Menulis cerita, maka tak tahu sama sekali penampilan mendongeng. Tapi, dapat bocoran dari guru pendampingnya, kalau suaranya pas mendongeng kurang keluar. Tetapi, ketika pengumuman tiba. Keluar sebagai terbaik ketiga. 

Kekurangan yang dari lomba tersebut menjadi bahan acuan untuk diperbaiki di tahun yang akan datang. Ini masukkan yang sangat berharga.
_____