Apa untungnya untuk saya, kalau melaporkan hal yang demikian? Siapa saya, yang berhak menilai kinerja orang lain. Terlebih mereka (para pekerja lebih senior dan lebih tua di atas saya? 

Dari statement di atas, dapat disimpulkan bahwa: Bisa jadi, yang melakukan pelaporan tersebut usianya di atas para pekerja. (Ingat, disini saya tidak menyebutkan satu namapun).

Kenapa hal yang demikian perlu penulis ulas? Karena hal yang seperti ini harus diselesaikan dari awal hingga ke akar-akarnya. Sebab jika dibiarkan akan menjadi bumerang dan bisa menjadi duri dalam sekam. 

Agar tidak ada lagi salah sangka, saling menuduh tanpa dasar bahkan menuduh tanpa ada bukti yang nyata. Penulis perlu memperjelas permasalahan ini dengan sejelas-jelasnya. Agar tampak dan terang benderang kenapa hal seperti ini bisa terjadi.

Kronologi Awal

Di depan rumah kami ada selokan kecil, ukuran lebarnya sekitar 15-20 cm. Di tahun 2024, ada anggaran dari desa Karangsetra untuk merevitalisasi dan menata selokan tersebut agar lebih sedap dipandang. 

Di bulan April, barang dan pengerjaannya baru dilaksanakan. Ada sekitar lima pekerja yang melakukan pekerjaan selokan tersebut. Abah Ajuk, Ka Inung, Mang Eman, Ka Ubad dan Gojil. 

Meski pelaksanaan di bulan puasa dan cuaca di siang hari sangat panas, pekerjaan tetap dilakukan hingga sore hari. Kalau tidak salah, selama dua Minggu pekerjaan itu baru bisa selesai.

Pengerjaan selokan ini dilakukan dari bawah terlebih dahulu, lalu berpindah ke bagian atas. Dengan kata lain, pengerjaan ini dilakukan menggunakan pola melawan hukum air mengalir.

Awal Masalah Muncul

Ketika pengerjaan di bagian atas, tanah galian yang berasal dari gorong-gorong menumpuk di depan rumah penulis. Penulis memang merasa terganggu dengan adanya tumpukan material dan pengerjaan yang tepat berada di depan rumah, terlebih proses pengadukan semen dan pasir tepat di bawah jalan turun-naik motor.

Sekali lagi, sebagai manusia biasa; tentu penulis merasa terganggu. Hanya saja, penulis sebagai orang baru dan hanyalah pendatang, jadinya apapun yang terjadi diabaikan saja. Penulis akui, sempat ngedumel dan merasa kesal (tetapi hanya diungkapkan dalam hati, tidak sampai dibuat status WA apalagi dibuat bahan ngerumpi seperti kebanyakan Ibu-ibu).

Setelah beberapa minggu terlewati, rupanya ada aduan ke pihak desa. Katanya pengerjaan selokan tersebut begini dan begitu, serta tumpukan material tersebut mengganggu. Sayangnya, pihak desa yang menerima aduan tersebut tidak menyebutkan siapa oknum pelapor tersebut. Bahkan ketika ditanya seolah menutupinya.

Sehingga yang terjadi di masyarakat saling menuduh. Terlebih, ada kalimat yang seolah mengandung petunjuk bahwa pemilik rumah yang terganggu adalah pelakunya. 

Sebagai pemilik rumah dan seolah jadi pelaku pelaporan seperti di atas, jelas merasa dirugikan. Apalagi jika para pekerja juga menganggap demikian. Maka, bukan tidak mungkin jika hal ini menjadi tuduhan yang sangat berbahaya. Jika diabaikan dan tidak segera diselesaikan maka akan menjadi masalah berkepanjangan.

Penulis menjadi korban dan pelaku sekaligus tertuduh selamanya. Anggapan mereka (para pekerja) kepada penulis, tentu akan menjadi stigma negatif dan merenggangkan hubungan sosial penulis dengan para pekerja bahkan dengan keluarga pekerja juga. Jika sudah demikian, tentu penulislah yang dirugikan. 

Secara material maupun immaterial jelas memberikan dampak bagi keluarga penulis. Oleh karenanya hal seperti ini harus segera diselesaikan. Agar tidak menjadi gulungan salju yang bergulir dari ketinggian menggelinding ke bawah. Dari hal sepele bisa menjadi masalah besar. 

Disini, penulis tegaskan bahwa tidak pernah melakukan pelaporan kepada pihak manapun. Sudah dijelaskan juga, tak pernah dibuat status di medsos apalagi dijadikan bahan untuk ngerumpi. Jadi, sudah sangat jelas, bahwa tidak ada benefit yang penulis peroleh dengan melakukan hal yang demikian. 

Ditambah, dalam rencana jangka panjang penulis, tanah yang menumpuk itu akan digunakan untuk mengurug sisi barat jika sudah ada dananya. Dan penulis tak sedikit pun merasa terganggu dengan adanya tumpukan material bekas galian. Bahkan kami merasa sedikit diuntungkan, ayam yang sering lalu lalang juga merasa kesulitan dengan adanya material yang menumpuk tersebut.

Penyelesaian Masalah

Guna menyelesaikan permasalahan di atas secara cepat dan efisien dan tidak lagi merugikan penulis, maka beberapa rekomendasi tindakan dari penulis perlu dilakukan sebagai berikut:

Pertama, pihak desa yang menerima aduan harus segera mengumumkan siapa pelaku pengaduan tersebut. Atau minimal memberitahukannya kepada pihak pekerja proyek revitalisasi selokan bahwa pelaku sesungguhnya adalah si Fulan/ah. Agar tidak ada lagi tuduhan liar kepada penulis.

Kedua, kepada pihak desa atau perangkat desa lainnya diberikan informasi secara terang benderang siapa oknum pelapor terkait pengerjaan revitalisasi selokan di kampung Cibusung. Dengan demikian tidak lagi menjadi simpang siur diantara pihak desa, dan menganjurkan kepada pihak desa untuk menyampaikan informasi ini kepada pihak pekerja, agar diketahui sejelas-jelasnya.

Ketiga, biasakan untuk meminimalisir dampak yang terjadi di kalangan masyarakat. Karena sekecil apapun masalah yang ada, ujungnya adalah tuduhan dan tudingan yang tak berdasar. Apalagi bisa menimbulkan kerugian yang besar bagi salah satu pihak. Segera pulihkan nama baik penulis dari segala tuduhan.

Terima kasih.